Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan atas ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena kehendak-Nyalah kami masih dapat berkreasi untuk menghasilkan sebuah karya berupa laporan penelitian yang berjudul Gerak Nasti Pada Tumbuhan Putri Malu
Laporan ini disusun sebagai sarana bagi siswa untuk
belajar IPA. Selain itu laporan
ini merupakan sarana untuk mengembangkan daya kreasi, ekspresi, dan apresiasi
kami terhadap lingkungan, terutama lingkungan biotik di sekitar kami.
Sebagaimana laporan ilmiah, di dalam laporan kami ini
kami memuat fakta yang disusun secara terpadu. Laporan disusun berdasarkan
sistematika penulisan laporan penelitian yang runtut dan urut.
Kami berharap, kerja keras yang kami tuangkan dalam
laporan ini dapat dan bisa dimanfaatkan oleh semua orang, terutama siswa -
siswi dan guru SMK Negeri 8 Samarinda.
Kami mengucap terima kasih atas segala pihak yang
mendukung dan membantu kami. Terima kasih pula atas saran dan segala masukan
serta kritik untuk perbaikan laporan ini selanjutnya. Semoga laporan ilmiah
kami dapat diterima umum.
Samarinda, 4 Agustus 2015
Penyusun
1
|
Daftar isi
Kata pengantar ....................................................................................... 1
Daftar isi ................................................................................................... 2
BAB 1. Pendahuluan
............................................................................ 3
BAB II. Landasan Teori ........................................................................ 5
BAB III. Metodologi Penelitian
......................................................... 6
BAB IV. ISI
................................................................................................ 8
BAB V. Kesimpulan dan Saran
......................................................... 11
2
|
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG MASALAH
·
Pengertian
Putri malu atau
Mimosa pudica adalah perdu pendek
anggota suku polong-polongan yang mudah
dikenal karena daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup/"layu"
dengan sendirinya saat disentuh. Walaupun sejumlah anggota polong – polongan dapat
melakukan hal yang sama, putri malu bereaksi lebih cepat daripada jenis
lainnya. Kelayuan ini bersifat sementara karena setelah beberapa menit
keadaannya akan pulih seperti semula. Tumbuhan ini memiliki banyak sekali nama
lain sesuai sifatnya tersebut, seperti Makahiya (Filipina, berarti
"malu"), mori vivi (Hindia Barat), Nidikumba (Sinhala, berarti
"tidur"), mate-loi (Tonga, berarti "pura-pura mati") .
Namanya dalam bahasa cina berarti "rumput pemalu". Kata pudica
sendiri dalam bahasa latin berarti "malu" atau "menciut".
·
Gerak tumbuhan
Keunikan
dari tanaman ini adalah bila daunnya disentuh, ditiup, atau dipanaskan akan
segera"menutup". Hal ini disebabkan oleh terjadinya perubahan tekanan
turgor pada tulang daun.Rangsang tersebut juga bisa dirasakan daun lain yang
tidak ikut tersentuh. Gerak ini disebut seismonasti, yang walaupun dipengaruhi
rangsang sentuhan (tigmonasti), sebagai contoh, gerakan tigmonasti daun putri
malu tidak peduli darimana arah datangnya sentuhan. Tanaman ini juga menguncup
saat matahari terbenam dan merekah kembali setelah matahari terbit. Tanaman
putri malu menutup daunnya untuk melindungi diri dari hewan pemakan tumbuhan (herbivora)
yang ingin memakannya. Warna daun bagian bawah tanaman putri malu berwarna
lebih pucat, dengan menunjukkan warna yang pucat, hewan yang tadinya ingin memakan
tumbuhan ini akan berpikir bahwa tumbuhan tersebut telah layu dan menjadi
tidak berminat lagi untuk memakannya.
Tumbuhan putri
malu sering dijumpai di sekitar sawah, kebun,rerumputan. Tumbuhan putri malu
merupakan herba memanjat atau berbaring atau setengah perdu dengan tinggi 0,3-1,5 meter. Tumbuhan liar
di tempat terbuka. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropis yang ditemukan pada
ketinggian 1200 meter
di bawah permukaan laut. Berikut ini ciri-ciri morfologi tumbuhan putri malu :
3
|
Berupa
daun majemuk menyirip ganda dua yang sempurna. Jumlah anak daun berbentuk memanjang sampai lanset, ujung
runcing, pangkal membundar, tepi rata, permukaan atas dan bawah licin, panjang
6-16 mm,
lebar 1-3 mm,berwarna
hijau, umumnya tepi daun berwarna ungu. Jika daun disentuh akan melipatkan
diri, menyirip rangkap. Sirip terkumpul rapat dengan panjang 4-5,5 cm.
2.
Bunga
Bunga
berbentuk bulat seperti boa, nertangkai, berwarna ungu / merah. Kelopak sangat
kecil, bergigi empat, seperti selaput putih. Tabung mahkota kecil, bertaju
empat, seperti selaput putih.
Foto
Daun Bunga :
3.
Batang
Batang bulat, berambut, dan berduri temple.
Batang dengan rambut sikat yang mengarah miring ke bawah.
4.
Akar
Akar berupa akar pena yang kuat.
5.
Buah
Buah
berbentuk polong, pipih seperti garis.
6.
Biji
Biji bulat dan pipih.
Tumbuhan ini apabila disentuh maka
daunnya akan menutup. Berbagai jenis perlakuan terhadap putri malu akan dicoba
untuk mengetahui reaksi gerak nasti tumbuhan tersebut.
B. RUMUSAN
MASALAH
Berapa lama waktu yang diperlukan tumbuhan
putri malu untuk terbuka kembali setelah disentuh dan dibakar?
C.
IDENTIFIKASI MASALAH
Variabel Bebas : Arah rangsang dan jenis perlakuan
Variabel Terikat : Waktu membuka dan menutup daun putri malu
setelah diberi perlakuan.
setelah diberi perlakuan.
Variabel Control : Tumbuhan putri malu
4
|
D.
TUJUAN PENELITIAN
Mengetahui reaksi putri malu setelah diberi rangsangan
berupa sentuhan dan sedikit hawa panas dari korek api.
E. Manfaat Penelitian
Dengan adanya laporan karya ilmiah
ini, dapat memberikan pengalaman serta pengetahuan dan wawasan tentang gerak
nasti yang terdapat pada putri malu dari percobaan yang berbeda yaitu disentuh
dan dibakar.
BAB II
Tinjauan Pustaka
A.
Landasan
Teori
§ Mimosa Pudica atau biasa disebut
putri malu adalah tanaman yang ada disekitar kita, ia biasanya hidup liar. Kita
tau bahwa putri malu mengatup bila diberi rangsang berupa sentuhan. Gerak yang
disebabkan oleh sentuhan disebut dengan gerak nasti. Sentuhan pada putri malu
dapat menyebabkan daun mengatup dan tangkainya merebah yang kita sebut dengan
gerak tigmonasti.
§ Tanggapan ini dipicu oleh gerak
cepat ion – ion kaliun yang terdapat di antara sel – sel parenkim dasar tangkai
daun dan ranting. Sentuhan menyebabkan ion – ion kalium didorong keluar dari
sel –sel yang terdapat pada bagian bawah tangkai daun. Peristiwa tersebut
diikuti dengan keluarnya air dari sel –sel di daerah itu secara osmosis.
Keluarnya air dari dalam sel menyebabkan tekanan tugor berkurang sehingga
tangkai daun terlihat lunglai dan daun mengatup layu.
B.
Hipotesis
·
Jika putri malu disentuh, maka waktu yang diperlukan untuk
terbuka kembali adalah kurang lebih 10-15 menit dan jika dibakar akan
memerlukan waktu yang lebih lama yaitu kurang lebih 10-25 menit (H. Alternatif)
·
Jika putri malu disntuh atau dibkar maka putri malu tersebut
tidak akan terbuka kembli (H. Nol)
6
|
BAB III
METODE PENELITIAN
A.
Tempat Dan Waktu
Tempat : Di Sekolah dan di rumah
Waktu : Rabu, 18 Agustus – Rabu, 25 Agustus 2015 (7 hari)
Waktu : Rabu, 18 Agustus – Rabu, 25 Agustus 2015 (7 hari)
B.
ALAT DAN BAHAN
1.
Dua Buah Stopwatch
2.
Dua Buah Tumbuhan Putri Malu.
3.
Satu Buah Korek Api.
4.
Dua Buah Pot Tanaman.
C.
Prosedur
Kerja
Sediakan 2 tumbuhan putri malu yang telah diletakkan ke
dalam pot. Kemudian, sentuhlah salah satu putri malu yang berada di dalam pot
tersebut dan tumbuhun putri malu yang berada didalam pot satunya lagi kita bakar selama 2 detik masing – masing pada bagian batang
dan daunnya. Kemudian lihatlah reaksi yang ditimbulkan oleh tumbuhan putri malu
tersebut dan hitunglah jangka waktu yang diperlukan oleh putri malu untuk
terbuka kembali dengan menggunakan stopwatch.
7
|
BAB IV
Hasil
dan PEMBAHASAN
Variabel
Variabel
Bebas : Arah rangsang dan jenis
perlakuan
Variabel Terikat : Waktu membuka dan menutup daun putri malu setelah diberi perlakuan.
Variabel
Control : Tumbuhan putri malu
HASIL
PENGAMATAN
No.
|
Hari ke
|
Tanggal
|
Waktu
|
|
Disentuh
|
Dibakar
|
|||
1.
|
Hari ke-1
|
27 Juli 2015
|
21 Menit 03 Detik
|
52 Menit 08 Detik
|
2.
|
Hari ke-2
|
28 Juli 2015
|
16 Menit 15 Detik
|
44 Menit 05 Detik
|
3.
|
Hari ke-3
|
29 Juli 2015
|
14 Menit 19 Detik
|
40 Menit 09 Detik
|
4.
|
Hari ke-4
|
30 Juli 2015
|
19 Menit 02 Detik
|
37 Menit 20 Detik
|
5.
|
Hari ke-5
|
31 Juli 2015
|
10 Menit 15 Detik
|
38 Menit 14 Detik
|
6.
|
Hari ke-6
|
01 Agustus 2015
|
15 Menit 45 Detik
|
40 Menit 20 Detik
|
7.
|
Hari ke-7
|
02 Agustus 2015
|
18 Menit 30 Detik
|
42 Menit 35 Detik
|
·
Disentuh
Jika yang disentuh tangkainya, maka
tangkai tersebut akan layu, karena gerak nasti pada tumbuhan putri malu akan
lebih peka jika kita sentuh tangkainya.
Apabila, yang disentuh ujung daunnya, maka daun tersebut akan menutup secara
berurutan dengan perlahan dari ujung yang kita sentuh sampai bagian paling
belakang daun tersebut yang tidak kita sentuh dan jika menyentuh bagian belakang
daun maka yang akan terjadi adalah sebaliknya.
·
Dibakar
Jika daun putri malu dibakar sekitar ±
2 detik, maka daun tersebut akan menutup dan daun yang lainnya akan menutup
juga dan jika yang dibakar adalah ujung batang, maka tangkai yang lainnya akan
layu.
BAB V
KESIMPULAN
DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Bahwa
Seluruh bagian putri malu itu mempunyai tingkat kepekaan rangsangan yang
berbeda – beda dan tingkat kepekaan tertinggi terdapat pada bagian tangkai
tumbuhan tersebut. Ada banyak cara kita untuk menguji kepekaan rangsangan pada
putri malu seperti, disentuh, dibakar, ditiup angin, dsb. Waktu untuk
menutupnya daun setelah diberi rangsangan sentuhan, lebih singkat dibandingkan
waktu untuk menutupnya daun setelah diberi rangsangan pembakaran. Rangsangan
sentuhan merupakan rangsangan yang dapat diterima oleh tumbuhan putri malu
dengan peka.
B. SARAN
Tulisan ini masih dirasakan banyak
kekurangan. Semoga pada penelitian – penelitian yang akan datang kami dapat
melakukannya dengan lebih teliti dan lebih baik lagi. Sebisa mungkin kita harus
berusaha untuk peka dan tanggapkan keadaan lingkungan disekitar kita.
Dimungkinkan dari permasalahan yang kita anggap sepele ternyata di dalamnya
terkandung suatu ilmu yang sangat bermanfaat bagi kita. Kemudian masukan –
masukan yang tidak kalah pentingnya untuk membangun tulisan – tulisan yang
lebih baik lagi juga sangat kami harapkan.
** Terima kasih **
9
|